TEGAMI

Tegami

Surat dalam bahasa Jepang adalah tegami.「手紙」 Kalau dilihat dari kanji pembentuk kata tegami, dapat disimpulkan bahwa tegami dimaksudkan untuk surat yang ditulis dengan tangan. Tegami atau yang merupakan penggabungan dari TE (tangan) + KAMI (kertas) digunakan oleh orang Jepang untuk menyebut surat yang dikirim lewat yuubinkyoku (kantor pos). Huruf K dalam kami mengalami perubahan menjadi G, seperi halnya pada kata aozora 「青空」(langit biru, yang berasal dari aoi + sora).

Nah, ada lagi kata selain TEGAMI yang berarti surat, yakni MEERU「メール」 atau EMEERU「エメール」. Kata ini meminjam dari bahasa Inggris, mail dan email. Disesuaikan dengan pelafalan orang jepang, huruf L berubah menjadi RU. Mail menjadi MEERU, dan email menjadi EMEERU. Semacam kata serapan kalau dalam bahasa Indonesia.

Bicara tentang EMEERU, saya pernah mendapatkan email dari seorang teman di Jepang. Dulu sekali. Ketika masih semangat-semangatnya belajar bahasa Jepang. Ceritanya saya ini iseng-iseng berlatih menulis surat dalam bahasa Jepang. Dan dibawah ini adalah surat balasan dari teman saya itu.

おれも楽しかったよ。電話で話したけど、短い話だけど。また電話かけるよ。
おれもたのしかったよ。でんわではなしたけど、みじかいはなしだけど。またでんわかけるよ。
ore mo tanoshikatta yo. denwa de hanashita kedo, mijikai hanashi dakedo. mata denwa kakeruyo.

そうだね。今けっこうひま。なんか期末試験終わったばかりだからさ。
そうだね。いまけっこうひま。なんかきまつしけんおわったばかりだからさ。
sou dane. ima kekkou hima. nanka kimatsu shiken owatta bakari dakara sa.

Read more

Aitakatta

Haduh, judulnya agak berat……”aku merindukanmu
Ahahaha~

Yah, aitakatta berarti aku rindu. Berasal dari kata kerja bentuk kamus AU=BERTEMU, kemudian mendapat tambahan –TAI yang berfungsi menyatakan keinginan, menjadi AITAI (aku ingin bertemu). Perhatikan bahwa U dalam AU berubah menjadi I ketika mendapat tambahan TAI.
Bila dijadikan bentuk lampau, huruf i terakhir dalam AITAI berubah menjadi KATTA sehingga AITAI menjadi AITAKATTA.

Kita bandingkan dengan satu kata lagi yang juga bisa digunakan untuk mengungkapkan perasaan rindu, yaitu SABISHII. Meskipun sama-sama berarti rindu, terdapat perbedaan konteks pemakaian kedua kata tersebut. Yang pertama AITAKATTA. Seperti makna bentuk kamusnya, rindu di sini dimaksudkan untuk mengekspresikan keinginan yang mendalam untuk bertemu dengan seseorang karena sudah lama berpisah. Penekanannya hanya pada tujuan untuk saling bertemu. Berbeda dengan SABISHII. Lebih kompleks karena melibatkan suasana/momen-momen tertentu yang sangat berkesan hingga susah dilupakan dan cenderung membuat seseorang untuk mengulangi mengalaminya kembali. Misalnya momen-momen bahagia bersama teman-teman kuliah yang akhirnya harus berhenti karena masing-masing harus melanjutkan kehidupannya masing-masing. Kita bisa mengucapkan:
SABISHIIKUNARU YO aku akan merindukan kalian (dan momen2 ini)
SABISHII….duh, kangen…(sepi….)

Nah, sudahkah bisa menangkap perbedaan atmosfer AITAKATTA dan SABISHII..??



DSC00004.jpg
(gambarnya nggak nyambung ya....fufufufu ^,^' )