Aitakatta
Haduh, judulnya agak berat……”aku merindukanmu”
Ahahaha~
Yah, aitakatta berarti aku rindu. Berasal dari kata kerja bentuk kamus AU=BERTEMU, kemudian mendapat tambahan –TAI yang berfungsi menyatakan keinginan, menjadi AITAI (aku ingin bertemu). Perhatikan bahwa U dalam AU berubah menjadi I ketika mendapat tambahan TAI.
Bila dijadikan bentuk lampau, huruf i terakhir dalam AITAI berubah menjadi KATTA sehingga AITAI menjadi AITAKATTA.
Kita bandingkan dengan satu kata lagi yang juga bisa digunakan untuk mengungkapkan perasaan rindu, yaitu SABISHII. Meskipun sama-sama berarti rindu, terdapat perbedaan konteks pemakaian kedua kata tersebut. Yang pertama AITAKATTA. Seperti makna bentuk kamusnya, rindu di sini dimaksudkan untuk mengekspresikan keinginan yang mendalam untuk bertemu dengan seseorang karena sudah lama berpisah. Penekanannya hanya pada tujuan untuk saling bertemu. Berbeda dengan SABISHII. Lebih kompleks karena melibatkan suasana/momen-momen tertentu yang sangat berkesan hingga susah dilupakan dan cenderung membuat seseorang untuk mengulangi mengalaminya kembali. Misalnya momen-momen bahagia bersama teman-teman kuliah yang akhirnya harus berhenti karena masing-masing harus melanjutkan kehidupannya masing-masing. Kita bisa mengucapkan:
SABISHIIKUNARU YO aku akan merindukan kalian (dan momen2 ini)
SABISHII….duh, kangen…(sepi….)
Nah, sudahkah bisa menangkap perbedaan atmosfer AITAKATTA dan SABISHII..??



